English Version Click Here!

Belum menemukan yang kamu cari??
Gunakan kotak search di bawah ini untuk memudahkan pencarian kamu. Masukkan kata kuncinya dan klik 'Mana?' untuk menemukannya


Baru pertama datang ke sini?? Aha... saya punya sesuatu yang spesial untukmu teman... KLIK DI SINI!

Wednesday, September 10, 2008

Arus Tegangan Dan Hambatan Listrik



Arus listrik tuh apaan seh?
Arus listrik adalah pergerakan muatan2 listrik. Sebenarnya yang bergerak adalah elektron2 dalam sebuah penghantar, tapi dalam prakteknya digunakan asumsi arus listrik adalah pergerakan muatan listrik dari positif (+) ke negatif (-). Ini kebalikan dari kenyataan yang sebenarnya terjadi yaitu pergerakan elektron2, yang pastinya elektron akan bergerak dari negatif ke positif (karena elektron sendiri bermuatan negatif, maka dia akan mencari kestabilan dengan berpindah ke arah yang lebih positif muatannya). Ingat dalam teori atom bahwa yang bermuatan positif dalam atom adalah proton dan proton tidak pernah bisa jalan2 kemana-mana apalagi mejeng sambil shopping di mall, ha ha ha! Kalo elektron sih bisa loncat ke mana2, apalagi kalo ada yang memprovokasi, pasti makin genit deh;-).

Kalo tegangan apa ya?
Tegangan berasal dari kata tegang, konak, ereksi, hayah ngelantur aja deh!
Tegangan listrik adalah beda potensial antara kutub positif (+) dan negatif (-). Jika antara dua titik, misalnya titik sandora dan titik DJ (maksa amat!) diberi tegangan atau di buat beda potensial maka akan mengalirlah arus listrik dari yang memiliki potensial lebih positif ke arah yang lebih negatif. Kita misalkan aja misalnya titik Sandora dan titik DJ adalah 2 buah tempat air. Keduanya terhubung dengan sebuah selang pada bagian bawahnya (awas jangan piktor ya, ha ha ha!). Mula2 keduanya kosong (potensialnya sama2 nol), lalu titik Sandora kita isi air, maka akan mengalirlah arus air dari titik Sandora ke titik DJ. Arus akan tetap mengalir jika ada sumber tegangan yang terus-menerus men-supply sehingga terjadi terus beda potensial antara titik Sandora dan titik DJ. Jika tidak maka arus akan terhenti setelah kedua 'titik' tsb mencapai tegangan/beda potensial yang sama (ketinggian airnya sama).

Jadi intinya adalah arus listrik akan timbul (bukan pelawak ya) jika ada tegangan listrik. Mengalirnya arus listrik juga di pengaruhi oleh hambatan listrik, yaitu hambatan yang dialami saat mengalir dalam saluran listrik. Sama analoginya seperti air yang mengalir dalam sebuah pipa, alirannya pasti berbeda jika panjang dan besarnya juga berbeda (rasanya juga mungkin beda:-D). Inilah yang dinamakan sebagai hambatan listrik.

Ada dua jenis arus dan tegangan listrik secara garis besar yaitu arus/tegangan DC (Direct Current ato arus searah) dan arus/tegangan AC (Alternating Current ato arus bolak-balik). Arus DC mengalir dari positif ke negatif secara kontinyu (tetap). Sedangkan arus AC mengalir secara bolak-balik dari positif ke negatif dan sebaliknya dengan frekuensi tertentu, makanya pada tegangan AC tidak ada kutub positif dan negatif karena polaritasnya terus berubah dalam frekuensi tertentu.

Bentuk arus dan tegangan listrik AC bermacam-macam, ada yang berbentuk gelombang sinusoidal, gelombang gigi gergaji (segi tiga), gelombang persegi (square wave) dsb. dengan berbagai macam penerapannya. Tapi yang paling mendasar adalah bentuk gelombang sinus, contohnya adalah tegangan pada jaringan PLN yaitu gelombang sinus dengan frekuensi 50 Hz dan besarnya adalah 220 volt AC.

0 comments:

Post a Comment

Mau ikutan diskusi gratis ato ada pertanyaan? Tulis aja di sini, nanti akan aq jawab deh... ato kalo ada temen lain yg mo bantuin ngejawab plis...

Recent Comments (Komentar Terbaru)